Bagikan Halam Ini, Please share me !!!

Minggu, 07 Oktober 2018

Mengenal Transmisi CVT, Xtronic CVT

Transmisi CVT / Xtronik CVT
Transmisi CVT yang merupakan kepanjangan dari Continously Variable Transmission, merupakan salah satu jenis transmisi otomatis yang memberikan langkah perpindahan ratio gigi dengan hentakan yang terasa lebih halus dan tidak kasar, tidak seperti sistem transmisi otomatis konvensional yang bentuk perpindahan giginya masih menggunakan planetary gear yang masih mengandalkan kinerja oli transmisi, sehingga rasio dan hentakan perpindahan gigi masih terasa lebih kasar

CVT adalah sebuah transmisi otomatis digerakkan oleh dua buah pully yang terhubung oleh sabuk baja atau belt. Penggunaan sabuk baja atau belt ini yang membuat akselerasi pada matic terasa halus dan tanpa hentakan.

Pada transmisi CVT, belt atau sabuknya pada putaran tertentu dapat merubah diameter pully menjadi membesar atau mengecil, hal inilah yang membuat transmisi CVT bisa menghasilkan tenaga yang besar atau kecil.

Pada transmisi Xtronic CVT,  ratio perpindahan gigi/gear dari rendah ke tinggi lebih panjang daripada transmisi otomatis konvensional, dimana transmisi Xtronik CVT ini dapat mencapai rasio final sampai dengan gigi/gear ke-6. Tentunya dengan adanya perluasan gigi/gear yang panjang dan kontrol yang sangat presisi, membuat transmisi CVT memberikan akselerasi yang lebih responsif dan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat.

ada CVT, belt-nya ini pada putaran tertentu dapat membuat diameter pully membesar atau mengecil hingga tenaga yang dihasilkan juga jadi lebih besar atau kecil," kata Deni saat ditemui KompasOtomotif, Rabu (3/1/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Mobil Matik Konvensional dan CVT", https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/04/160200615/kenali-perbedaan-mobil-matik-konvensional-dan-cvt.
Penulis : Alsadad Rudi
CVT digerakan oleh dua buah pully yang terhubung oleh sabuk baja atau belt. Menurut Deni, keberadaan sabuk baja ini yang membuat akselerasi pada matic CVT terasa halus dan tanpa hentakan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Mobil Matik Konvensional dan CVT", https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/04/160200615/kenali-perbedaan-mobil-matik-konvensional-dan-cvt.
Penulis : Alsadad Rudi
CVT digerakan oleh dua buah pully yang terhubung oleh sabuk baja atau belt. Menurut Deni, keberadaan sabuk baja ini yang membuat akselerasi pada matic CVT terasa halus dan tanpa hentakan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Mobil Matik Konvensional dan CVT", https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/04/160200615/kenali-perbedaan-mobil-matik-konvensional-dan-cvt.
Penulis : Alsadad Rudi
CVT digerakan oleh dua buah pully yang terhubung oleh sabuk baja atau belt. Menurut Deni, keberadaan sabuk baja ini yang membuat akselerasi pada matic CVT terasa halus dan tanpa hentakan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Mobil Matik Konvensional dan CVT", https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/04/160200615/kenali-perbedaan-mobil-matik-konvensional-dan-cvt.
Penulis : Alsadad Rudi
CVT digerakan oleh dua buah pully yang terhubung oleh sabuk baja atau belt. Menurut Deni, keberadaan sabuk baja ini yang membuat akselerasi pada matic CVT terasa halus dan tanpa hentakan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Perbedaan Mobil Matik Konvensional dan CVT", https://otomotif.kompas.com/read/2018/01/04/160200615/kenali-perbedaan-mobil-matik-konvensional-dan-cvt.
Penulis : Alsadad Rudi

Jumat, 18 Mei 2018

Permasalahan akibat tekanan oli matik rendah

Tekanan oli (oil pressure) pada mobil dengan transmisi matik sangatlah penting. Untuk itu penulis coba sedikit uraikan tentang penyebab yang sering terjadi pada transmisi mobil matik kalian yang diakibatkan oleh permasalahan pada tekanan oli matik.

1. Tekanan oli terlalu rendah atau terlalu tinggi
    Hal ini dapat disebabkan oleh 
    - filter transmisi oli matik yang kotor atau tersumbat, 
    - Setelan penyesuaian tekanan oli pada katup pengatur yang tidak sesuai 
    - Katup pengatur tekanan oli tidak bekerja dengan baik
    - Ada bagian dari komponen valve body yang kurang kencang/longgar sehingga terjadi kebocoran
    - Tekanan debit pompa oli yang tidak tepat

2. Kesalahan sistem mekanis pada penambahan dan pengurangan tekanan oli 
    (Improper reducing pressure) hal ini disebabkan oleh :
    - Saluran tekanan oli matik yang bermasalah
    - Filter oli matik yang tersumbat sehingga terjadi pengurangan tekanan
    - Pengurangan dan penambahan tekanan oli matik yang kurang tepat
    - Katup pengatur tekanan tidak bekerja sebagaimana mestinya
    - Ada bagian dari komponen valve body yang kurang kencang/longgar sehingga terjadi kebocoran

3. Masalah yang terjadi pada proses Kick-down akibat servo kick down rusak
    hal ini disebabkan oleh :
    - Kerusakan pada O-ring atau seal ring dari kick down servo
    - Ada bagian dari komponen valve body yang kurang kencang/longgar sehingga terjadi kebocoran
    - Kerusakan fungsi katup pada valve body

4. Kerusakan yang terjadi pada front clutch
    hal ini dapat diakibatkan oleh:
    - Kerusakan pada O-ring atau seal ring dari kick down servo
    - Ada bagian dari komponen valve body yang kurang kencang/longgar sehingga terjadi kebocoran
    - Kerusakan fungsi katup pada valve body
    - Kehausan pada front clutch piston/retainer, atau Kerusakan pada O-ring atau seal ring

5. Kerusakan pada end clutch pressure
    Hal ini dapat diakibatkan oleh :
    - O-ring antara valve body dan transmisi rusak atau terlepas
    - Baut yang kurang kencang dikarenakan pada saat proses pengencangan baut tidak tepat
    - Ada bagian dari komponen valve body yang kurang kencang/longgar
    - Kerusakan fungsi pada valve body
    - Kerusakan O-ring 4 pada low-reverse brake piston atau O-ring 3 pada retainer

Gejala masalah pada transmisi mobil matik

Pada postingan kali ini, kami coba mengupas beberapa gejala atau masalah yang terjadi pada transmisi mobil matik, antara lainnya adalah sebagai berikut :

1. Tidak mau berpindah gigi
Ini mungkin terjadi ketika mencoba masuk ke gigi pertama dari berhenti, atau di posisi gigi mana pun. Penyebab umum terjadi karena oli transmisi berkurang, viskositas oli tidak sesuai dengan yang direkomendasikan sesuai jenis transmisi yang digunakan,
setelan kabel shift kurang sesuai.

2. Ada bau terbakar pada transmisi matik
Ini mungkin mengindikasikan transmisi kalian terlalu panas / overheating. Fungsi cairan transmisi mobil matik adalah bergerak melumasi seluruh bagian transmisi matik dengan bai k,salah satunya untuk mencegah bagian komponen mobil matik tidak terbakar dengan sendirinya. Tentunya dengan memastikan komponen pendingin oli matik bekerja dengan baik. Penyebab lainnya dapat diakibatkan kurangnya oli matik, yang dapat dikarenakan adanya kebocoran.

3. Suara berisik pada posisi Neutral (N)
Suara berisik pada saat transmisi matik di posisi netral bisa memberi tanda bahwa terdapat keausan mekanis yang akan membutuhkan penggantian suku cadang transmisi matik. Umumnya disebabkan oleh gigi atau bantalan yang aus, serta gigi gir yang sudah aus.

Sabtu, 13 Januari 2018

Cara pemakaian gasket cair



Cara proses pemakaian gasket cair (Liquid Gasket)
  1. Gunakan alat pengikis untuk membersihkan permukaan yang akan dipasangi gasket/packing cair (Liquid Gasket) dari sisa-sisa gasket yang lama dan kotoran sampai bersih dan rata/halus. Pastikan juga bersih dari sisa-sisa oli.



  2. Aplikasikan gasket cair secara tipis dan merata serta tersambung dengan baik, usahakan tidak terputus. Pastikan diameter gasket cair sesuai dengan media yang diaplikasikan. (Gunakan gasket cair yang berkualitas dan original)




  3. Aplikasikan gasket cair di mulai dari sisi dalam lubang baut (perhatikan contoh gambar)

  4. Setelah proses pelapisan gasket cair, diamkan selama kurang lebih 5 menit.

  5. Diamkan selama kurang lebih 30 menit sebelum mengisi kmebali oli mesin maupun cairan pendingin

    Baca juga : Mengenal gasket cair (liquid gasket)

Mengenal Gasket Cair (Liquid Gasket)

Contoh gambar liquid gasket

Gasket Cair/Liquid Gasket adalah gasket yang terbuat dari bahan khusus yang berbentuk cair, dan setelah diaplikasikan akan menjadi kering dalam jangka waktu tertentu dan membentuk membran elastis atau lapisan film tipis kental ketika cairan gasket dioleskan pada permukaan material. 

Pada umumnya, para produsen gasket cair ini membuat gasket cair untuk tahan terhadap minyak, oli, air, udara dan panas serta mempunyai kemampuan untuk tahan terhadap tekanan untuk mencegah kebocoran dari dua sabungan material yang dijadikan satu.

Penggunaan jenis dan tipe gasket tentunya berbeda beda, disesuaikan dengan bentuk permukaan material yang akan menjadi bahan tempat aplikasinya, adapun kelebihan dan dan fungsi dari penggunaan Gasket Cair (liquid gasket) adalah ;
  1. Pemenuhan kontur / Pememnuhan media aplikasi
    Gasket cair dapat memenuhi dan mengikuti seluruh permukaan kontur media yang akan diaplikasikan, sedangkan Gasket Kertas tidak dapat memenuhi permukaan kontur media yang akan dilapisi dan berdampak dapat menimbulkan rongga/ celah (clearance) yang menyebabkan dapat menyebabkan kebocoran kebocoran.

  2. Kekedapan
    Gasket Cair memiliki tingkat kekedapan yang lebih tinggi daripada gasket kertas.

  3. Tahan suhu panas
    Gasket Cair lebih kuat karna mengandung Silicon base yang dapat menahan suhu panas antara   - 60o C ~250C. Sedangkan gasket kertas kurang memiliki daya tahan terhadap panas (Terkecuali : gasket kertas yang dipadukan dengan bahan metal)
  4. Proses Peng-aplikasian
    Gasket Cair sangat efektif terhadap permukaan dengan tingkat pengencangan yang relatif rendah, berbanding terbaik dengan bahan gasket kertas, maupun gasket kertas yang berbahan metal base, perlu menggunakan tingkat pengencangan yang relatif keras.
Baca juga Cara Pemakaian Gasket Cair



Jumat, 12 Januari 2018

Mengenal Kode DTC (Diagnostic Trouble Code)

DTC merupakan singkatan dari Diagnostic Trouble Code, merupakan sebuah kode yang digunakan oleh para produsen kendaraan untuk mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada kendaraan. Kode DTC membantu para teknisi/mekanik kendaraan agar mereka lebih cepat mengetahui permasalahan yang terjadi pada kendaraan tersebut. Dengan kata lain DTC adalah sarana untuk mengidentifikasi dan mengkomunikasikan permasalahan apa yang terjadi pada sistem kendaraan kepada para teknisi / mekanik kendaraan, sehingga proses penanganan permasalahan tersebut dapat dengan akurat diketahui.

Gambar : Penjelasan Kode DTC

Perhatikan contoh kode kerusakan P0302 :
  1. Bentuk pertama dari kode tersebut berupa berupa Huruf "P" artinya adalah yang mengalami kerusakan terjadi pada sistem powertrain.
  2. Bentuk kedua berupa angka "0" menunjukkan ini adalah kode standard SAE (Society of Automotive Engineering).
  3. Bentuk karakter ketiga yang masuk berupa angka "1" menunjukkan kerusakan yang terjadi pada sistem kendaraan. Pada contoh tersebut angka "1" merujuk pada kerusakan di sistem sirkulasi udara dan bahan bakar.
  4. Bentuk 2 karakter angka yang terakhir menunjukkan kode angka kerusakan yang lebih terperinci di sistem kendaraan. Kalau melihat contoh di atas "72" mendeteksi terjadinya campuran bahan bakar yang terlalu kaya (fuel system to rich) 
Kesimpulan dari keterangan tersebut di atas adalah : Angka pertama pada kode DTC mengindikasikan kode yang pada umumnya dipakai oleh kendaraan yang mengaplikasikan sistem OBD-II sebagai jalur penghubungnya, juga mengidentifikasikan kode sesuai produsen kendaraan masing-masing. Tiga angka setelah nya memberikan informasi secara terperinci permasalahan yang berkaitan dengan sistem dan sirkuit komputer berdasarkan produsen kendaraan masing-masing.

Untuk membaca kode DTC pada kendaraan yang mempergunakan sistem injeksi harus mempergunakan sebuah konektor OBD (On Board Diagnostic), karena melalui konektor OBD (On Board Diagnostic) sistem ECU (Electronic Control Unit) kendaraan dapat berkomunikasi dengan para teknisi / mekanik, sehingga mereka dengan cepat membaca permasalahan yang terjadi pada kendaraan secara tepat dan akurat, disamping itu para teknisi / mekanik dapat me-reset kode kerusakan yang tersimpan pada memori ECU. 

Mobil-mobil keluaran jaman sekarang sarat dengan aplikasi teknologi tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya modul-modul sistem elektronik yang bekerja di kendaraan tersebut, dan memiliki fungsi yang beraneka ragam.



Cara cek kerusakan kabel tuas transmisi

Manual Linkage Cable Connecting

Cara pengecekan kabel tuas transmisi matic (How to check manual linkage problem).
Kabel tuas transmisi pada mobil matic memang jarang di periksa oleh sebagian pemilik mobil matic, karena letaknya yang memang tidak keliatan dan sulit dijangkau. Padahal komponen yang satu ini juga tidak bisa diabaikan dan diangggap remeh. Akibat penyetelan kabel tuas transmisi matic yang kurang tepat akan berdampak pada susahnya perpindahan gigi pada mobil transmisi matic kalian, yang tentunya akan mengganggu kenyamanan kalian dalam berkendara.

Dalam postingan kali ini penulis coba utarakan bagaimana cara pengecekan kabel tuas transmisi matic.
  1. Pastikan tuas rem tangan kendaraan anda pada posisi aktif / terkunci
  2. Geser tuas transmisi matic ke posisi “R” (Reverse)
  3. Putar kunci kontak ke posisi “ST”
  4. Perlahan geser tuas transmisi ke atas sampai berbunyi ”Klik”  dengan posisi tuas transmisi berada di posisi “P” (Park). Coba hidupkan mobil kalian, jika mobil kalian bisa dihidupkan/distater pada saat tuas transmisi berada di posisi “P”, maka bisa dipastikan kabel tuas transmisi mobil matic kalian berada di posisi yang benar.
  5. Lalu geser tuas transmisi secara perlahan ke posisi “N” (Neutral). Coba hidupkan mobil kalian, jika mobil bisa dihidupkan/di stater pada saat posisi tuas transmisi di posisi “N” maka bisa dipastikan kabel tuas transmisi matic kalian juga berada di posisi yang benar.
  6. Langkah tersebut di atas untuk memastikan bahwa kendaraan anda tidak bergerak ketika posisi tuas berada di “P” (Park) dan “N” (Neutral), dan ketika tuas transmisi digeser, posisi tuas transmisi tidak berhenti diantara P-R-N-D.
  7. Seperti yang telah diutarakan di atas, kabel tuas transmisi matic anda telah sesuai dan berjalan dengan baik, ditandai dengan ketika mobil bisa dihidupkan di posisi tuas transmisi berada di posisi “N” (Neutral) atau “P” (Park).

Gambar : posisi kabel tuas transmisi matic

Gambar 2 : Posisi kabel tuas transmisi matic


Mengenal Accumulator (Aki) Mobil

Gambar Aki/Accu 

Aki atau istilah lainnya Accu, Accumulator, Batterai (Battery) adalah suatu alat yang dapat menyimpan tenaga listrik dalam bentuk tenaga kimia yang akan mengeluarkan tenaga listrik bila diperlukan. Batterai terdiri dari beberapa sel, dengan sel-sel tersebut membangkitkan tenaga listrik. Setiap sel terdiri dari beberapa plat/lempeng/pemisah dan elektrolit. Kotak baterai terbuat dari damar sintetis atau ebonit yang dapat menerangi sel dan penampang elektrolit. Reaksi kimia terjadi dalam kotak baterai. Sel-sel tersebut dihubungkan secara seri. Dengan demikian, tenaga listrik yang terbangkit sama dengan jumlah dan tenaga listrik tiap-tiap selnya. Umumnya mobil memakai batterai yang mempunyai tenaga 12 volt, namun ada juga yang menggunakan 24 volt

Separator terbuat dari bahan non-konduktor untuk memisahkan plat positif dan negatif agar tidak terjadi hubungan singkat diantara plat-plat tersebut. Pada separator terdapat lubang-lubang dan alur yang halus untuk memberi jalan terhadap sirkulasi elektrolit. Bahan-bahan pembentuk separator ialah kayu, ebonit atau dari serat gelas.
Elektrolit terbuat dari campuran air sulingan dan asam belerang yang mempunyai berat jenis 1,26 gr/cm3 dalam keadaan baterai terisi penuh pada suhu 20 derajat celcius. Apabila plat-plat telah terendam elektrolit, material aktif yang ada pada plat dan elektrolit sendiri akan mengadakan reaksi kimia sehingga membangkitkan tenaga listrik.

Fungsi Aki / Accu, Accumulator, Batterai (Battery) dalam mobil adalah sebagai berikut ;
  1. Memberikan arus ke stater dan sistem pengisian ketika mesin kendaraan akan start dan memberikan arus ke berbagai pemakaian bila mesin kendaraan sedang tidak bekerja.
  2. Memberikan arus ke berbagai pemakaian bila arus yang dibutuhkan lebih banyak daripada yang dapat dihasilkan generator.
  3. Bertugas menyamakan tegangan pada sistem pengapian
Gambar Struktur Aki/Accu/Accumulator/Battery

Kamis, 11 Januari 2018

Mengenal Silinder (Cylinder)

 
Gambar : Silinder (Cylinder)
Silinder (Cylinder) adalah bagian atau tempat pemindahan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini, piston/torak bergerak naik turun memadatkan gas dari hasil campuran udara dan bahan bakar. Untuk memperoleh tenaga mesin sebesar mungkin, diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder, juga gesekan dan keausan diusahakan sekecil mungkin dengan adanya gerakan-gerakan meluncur. Untuk membatasi hal ini, dinding silinder (Cylinder liner) dapat diperkeras dan dinding-dinding silinder juga di chrome.

Bila mesin digunakan dalam waktu yang cukup lama, dinding silinder akan sedikit menjadi aus. Hal ini dapat diperbaiki dengan jalan mengebor kembali dinding-dinding silinder. Silinder yang telah dibor memerlukan piston/torak dengan ukuran lebih besar (Over Size Piston). Hal itu dikarenakan diameter silinder sudah bertambah besar.

Bila dinding silinder yang terbuat dari besi tuang telah menjadi aus dan pengeboran kembali tidak memungkinkan dilakukan, maka silinder masih dapat diperbaiki dengan jalan memasangkan pelapis silinder. Blok silinder yang terbuat dari besi tuang, pada pelapis ini dapat dimasukkan ke dalam blok silinder. Keuntungan dari penggunaan pelapis silinder terletak pada bahan pelapis silinder yang mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap keausan dan tidak memerlukan penggunaan piston/torak dengan ukuran lebih besar.