Bagikan Halam Ini, Please share me !!!

Sabtu, 13 Januari 2018

Cara pemakaian gasket cair



Cara proses pemakaian gasket cair (Liquid Gasket)
  1. Gunakan alat pengikis untuk membersihkan permukaan yang akan dipasangi gasket/packing cair (Liquid Gasket) dari sisa-sisa gasket yang lama dan kotoran sampai bersih dan rata/halus. Pastikan juga bersih dari sisa-sisa oli.



  2. Aplikasikan gasket cair secara tipis dan merata serta tersambung dengan baik, usahakan tidak terputus. Pastikan diameter gasket cair sesuai dengan media yang diaplikasikan. (Gunakan gasket cair yang berkualitas dan original)




  3. Aplikasikan gasket cair di mulai dari sisi dalam lubang baut (perhatikan contoh gambar)

  4. Setelah proses pelapisan gasket cair, diamkan selama kurang lebih 5 menit.

  5. Diamkan selama kurang lebih 30 menit sebelum mengisi kmebali oli mesin maupun cairan pendingin

    Baca juga : Mengenal gasket cair (liquid gasket)

Mengenal Gasket Cair (Liquid Gasket)

Contoh gambar liquid gasket

Gasket Cair/Liquid Gasket adalah gasket yang terbuat dari bahan khusus yang berbentuk cair, dan setelah diaplikasikan akan menjadi kering dalam jangka waktu tertentu dan membentuk membran elastis atau lapisan film tipis kental ketika cairan gasket dioleskan pada permukaan material. 

Pada umumnya, para produsen gasket cair ini membuat gasket cair untuk tahan terhadap minyak, oli, air, udara dan panas serta mempunyai kemampuan untuk tahan terhadap tekanan untuk mencegah kebocoran dari dua sabungan material yang dijadikan satu.

Penggunaan jenis dan tipe gasket tentunya berbeda beda, disesuaikan dengan bentuk permukaan material yang akan menjadi bahan tempat aplikasinya, adapun kelebihan dan dan fungsi dari penggunaan Gasket Cair (liquid gasket) adalah ;
  1. Pemenuhan kontur / Pememnuhan media aplikasi
    Gasket cair dapat memenuhi dan mengikuti seluruh permukaan kontur media yang akan diaplikasikan, sedangkan Gasket Kertas tidak dapat memenuhi permukaan kontur media yang akan dilapisi dan berdampak dapat menimbulkan rongga/ celah (clearance) yang menyebabkan dapat menyebabkan kebocoran kebocoran.

  2. Kekedapan
    Gasket Cair memiliki tingkat kekedapan yang lebih tinggi daripada gasket kertas.

  3. Tahan suhu panas
    Gasket Cair lebih kuat karna mengandung Silicon base yang dapat menahan suhu panas antara   - 60o C ~250C. Sedangkan gasket kertas kurang memiliki daya tahan terhadap panas (Terkecuali : gasket kertas yang dipadukan dengan bahan metal)
  4. Proses Peng-aplikasian
    Gasket Cair sangat efektif terhadap permukaan dengan tingkat pengencangan yang relatif rendah, berbanding terbaik dengan bahan gasket kertas, maupun gasket kertas yang berbahan metal base, perlu menggunakan tingkat pengencangan yang relatif keras.
Baca juga Cara Pemakaian Gasket Cair



Jumat, 12 Januari 2018

Mengenal Kode DTC (Diagnostic Trouble Code)

DTC merupakan singkatan dari Diagnostic Trouble Code, merupakan sebuah kode yang digunakan oleh para produsen kendaraan untuk mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada kendaraan. Kode DTC membantu para teknisi/mekanik kendaraan agar mereka lebih cepat mengetahui permasalahan yang terjadi pada kendaraan tersebut. Dengan kata lain DTC adalah sarana untuk mengidentifikasi dan mengkomunikasikan permasalahan apa yang terjadi pada sistem kendaraan kepada para teknisi / mekanik kendaraan, sehingga proses penanganan permasalahan tersebut dapat dengan akurat diketahui.

Gambar : Penjelasan Kode DTC

Perhatikan contoh kode kerusakan P0302 :
  1. Bentuk pertama dari kode tersebut berupa berupa Huruf "P" artinya adalah yang mengalami kerusakan terjadi pada sistem powertrain.
  2. Bentuk kedua berupa angka "0" menunjukkan ini adalah kode standard SAE (Society of Automotive Engineering).
  3. Bentuk karakter ketiga yang masuk berupa angka "1" menunjukkan kerusakan yang terjadi pada sistem kendaraan. Pada contoh tersebut angka "1" merujuk pada kerusakan di sistem sirkulasi udara dan bahan bakar.
  4. Bentuk 2 karakter angka yang terakhir menunjukkan kode angka kerusakan yang lebih terperinci di sistem kendaraan. Kalau melihat contoh di atas "72" mendeteksi terjadinya campuran bahan bakar yang terlalu kaya (fuel system to rich) 
Kesimpulan dari keterangan tersebut di atas adalah : Angka pertama pada kode DTC mengindikasikan kode yang pada umumnya dipakai oleh kendaraan yang mengaplikasikan sistem OBD-II sebagai jalur penghubungnya, juga mengidentifikasikan kode sesuai produsen kendaraan masing-masing. Tiga angka setelah nya memberikan informasi secara terperinci permasalahan yang berkaitan dengan sistem dan sirkuit komputer berdasarkan produsen kendaraan masing-masing.

Untuk membaca kode DTC pada kendaraan yang mempergunakan sistem injeksi harus mempergunakan sebuah konektor OBD (On Board Diagnostic), karena melalui konektor OBD (On Board Diagnostic) sistem ECU (Electronic Control Unit) kendaraan dapat berkomunikasi dengan para teknisi / mekanik, sehingga mereka dengan cepat membaca permasalahan yang terjadi pada kendaraan secara tepat dan akurat, disamping itu para teknisi / mekanik dapat me-reset kode kerusakan yang tersimpan pada memori ECU. 

Mobil-mobil keluaran jaman sekarang sarat dengan aplikasi teknologi tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya modul-modul sistem elektronik yang bekerja di kendaraan tersebut, dan memiliki fungsi yang beraneka ragam.



Cara cek kerusakan kabel tuas transmisi

Manual Linkage Cable Connecting

Cara pengecekan kabel tuas transmisi matic (How to check manual linkage problem).
Kabel tuas transmisi pada mobil matic memang jarang di periksa oleh sebagian pemilik mobil matic, karena letaknya yang memang tidak keliatan dan sulit dijangkau. Padahal komponen yang satu ini juga tidak bisa diabaikan dan diangggap remeh. Akibat penyetelan kabel tuas transmisi matic yang kurang tepat akan berdampak pada susahnya perpindahan gigi pada mobil transmisi matic kalian, yang tentunya akan mengganggu kenyamanan kalian dalam berkendara.

Dalam postingan kali ini penulis coba utarakan bagaimana cara pengecekan kabel tuas transmisi matic.
  1. Pastikan tuas rem tangan kendaraan anda pada posisi aktif / terkunci
  2. Geser tuas transmisi matic ke posisi “R” (Reverse)
  3. Putar kunci kontak ke posisi “ST”
  4. Perlahan geser tuas transmisi ke atas sampai berbunyi ”Klik”  dengan posisi tuas transmisi berada di posisi “P” (Park). Coba hidupkan mobil kalian, jika mobil kalian bisa dihidupkan/distater pada saat tuas transmisi berada di posisi “P”, maka bisa dipastikan kabel tuas transmisi mobil matic kalian berada di posisi yang benar.
  5. Lalu geser tuas transmisi secara perlahan ke posisi “N” (Neutral). Coba hidupkan mobil kalian, jika mobil bisa dihidupkan/di stater pada saat posisi tuas transmisi di posisi “N” maka bisa dipastikan kabel tuas transmisi matic kalian juga berada di posisi yang benar.
  6. Langkah tersebut di atas untuk memastikan bahwa kendaraan anda tidak bergerak ketika posisi tuas berada di “P” (Park) dan “N” (Neutral), dan ketika tuas transmisi digeser, posisi tuas transmisi tidak berhenti diantara P-R-N-D.
  7. Seperti yang telah diutarakan di atas, kabel tuas transmisi matic anda telah sesuai dan berjalan dengan baik, ditandai dengan ketika mobil bisa dihidupkan di posisi tuas transmisi berada di posisi “N” (Neutral) atau “P” (Park).

Gambar : posisi kabel tuas transmisi matic

Gambar 2 : Posisi kabel tuas transmisi matic


Mengenal Accumulator (Aki) Mobil

Gambar Aki/Accu 

Aki atau istilah lainnya Accu, Accumulator, Batterai (Battery) adalah suatu alat yang dapat menyimpan tenaga listrik dalam bentuk tenaga kimia yang akan mengeluarkan tenaga listrik bila diperlukan. Batterai terdiri dari beberapa sel, dengan sel-sel tersebut membangkitkan tenaga listrik. Setiap sel terdiri dari beberapa plat/lempeng/pemisah dan elektrolit. Kotak baterai terbuat dari damar sintetis atau ebonit yang dapat menerangi sel dan penampang elektrolit. Reaksi kimia terjadi dalam kotak baterai. Sel-sel tersebut dihubungkan secara seri. Dengan demikian, tenaga listrik yang terbangkit sama dengan jumlah dan tenaga listrik tiap-tiap selnya. Umumnya mobil memakai batterai yang mempunyai tenaga 12 volt, namun ada juga yang menggunakan 24 volt

Separator terbuat dari bahan non-konduktor untuk memisahkan plat positif dan negatif agar tidak terjadi hubungan singkat diantara plat-plat tersebut. Pada separator terdapat lubang-lubang dan alur yang halus untuk memberi jalan terhadap sirkulasi elektrolit. Bahan-bahan pembentuk separator ialah kayu, ebonit atau dari serat gelas.
Elektrolit terbuat dari campuran air sulingan dan asam belerang yang mempunyai berat jenis 1,26 gr/cm3 dalam keadaan baterai terisi penuh pada suhu 20 derajat celcius. Apabila plat-plat telah terendam elektrolit, material aktif yang ada pada plat dan elektrolit sendiri akan mengadakan reaksi kimia sehingga membangkitkan tenaga listrik.

Fungsi Aki / Accu, Accumulator, Batterai (Battery) dalam mobil adalah sebagai berikut ;
  1. Memberikan arus ke stater dan sistem pengisian ketika mesin kendaraan akan start dan memberikan arus ke berbagai pemakaian bila mesin kendaraan sedang tidak bekerja.
  2. Memberikan arus ke berbagai pemakaian bila arus yang dibutuhkan lebih banyak daripada yang dapat dihasilkan generator.
  3. Bertugas menyamakan tegangan pada sistem pengapian
Gambar Struktur Aki/Accu/Accumulator/Battery

Kamis, 11 Januari 2018

Mengenal Silinder (Cylinder)

 
Gambar : Silinder (Cylinder)
Silinder (Cylinder) adalah bagian atau tempat pemindahan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini, piston/torak bergerak naik turun memadatkan gas dari hasil campuran udara dan bahan bakar. Untuk memperoleh tenaga mesin sebesar mungkin, diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder, juga gesekan dan keausan diusahakan sekecil mungkin dengan adanya gerakan-gerakan meluncur. Untuk membatasi hal ini, dinding silinder (Cylinder liner) dapat diperkeras dan dinding-dinding silinder juga di chrome.

Bila mesin digunakan dalam waktu yang cukup lama, dinding silinder akan sedikit menjadi aus. Hal ini dapat diperbaiki dengan jalan mengebor kembali dinding-dinding silinder. Silinder yang telah dibor memerlukan piston/torak dengan ukuran lebih besar (Over Size Piston). Hal itu dikarenakan diameter silinder sudah bertambah besar.

Bila dinding silinder yang terbuat dari besi tuang telah menjadi aus dan pengeboran kembali tidak memungkinkan dilakukan, maka silinder masih dapat diperbaiki dengan jalan memasangkan pelapis silinder. Blok silinder yang terbuat dari besi tuang, pada pelapis ini dapat dimasukkan ke dalam blok silinder. Keuntungan dari penggunaan pelapis silinder terletak pada bahan pelapis silinder yang mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap keausan dan tidak memerlukan penggunaan piston/torak dengan ukuran lebih besar.

Mengenal Blok Silinder (Cylinder Block)


Gambar contoh : Silinder Blok
Blok silinder (Cylinder Block) merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder (Cylinder block) ini terdapat silinder mesin. Pada tiap silinder terdapat sebuah piston/torak yang dipasangkan pada ujung batas piston/torak (Connectiong rod), dan pada ujung piston lainnya berhubungan langsung dengan poros engkol (Crank shaft).

Dengan demikian, turun naiknya piston dapat menggerakkan poros engkol (Crankshaft). Di bagian atas kepala silinder (cylinder head) pada bagian dalam berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup hisap (Intake) dan katup buang (Exhaust). Katup-katup ini digerakkan Noken As untuk membuka dan menutup celah-celah pemasukan dan pembuangan. Untuk memperoleh tenagaini, udara dan bensin yang telah dicampur disalurkan ke dalam silinder dan gas-gas yang telah terbakar ke dorong keluar.

Pada umumnya, mesin ditempatkan di bagian depan kendaraan, kemudian dibaut pada rangkanya yang terletak di atas karet dudukan mesin (Engine Mounting) untuk mengurangi getaran-getaran mesin dan suara-suara yang dipindahkan ke badan mobil.

Blok silinder (Cylinder block) biasanya terbuat dari besi tuang, tetapi saat ini juga ada yang terbuat dari paduan alumunium, dengan maksud dan tujuan untuk mengurangi berat serta panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok slinder (Cylinder Block), bagian atasnya ditutup dengan kepala slinder (Cylinder head), bagian bawah blok silinder terdapat ruang engkol (Ruang crankshaft) dan penempatan kelengkapan komponen mesin lainnya seperti dinamo starter, alternator, pompa bensin serta distributor.

Rabu, 10 Januari 2018

Mengenal mesin motor bensin

Pada motor bensin, bahan bakar dibakar untuk memperoleh tenaga panas. Perpindahan tenaga panas ke dalam bentuk tenaga gerak yang kita perlukan terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar mesin motor bensin
Campuran udara dan bensin yang diisap ke dalam silinder melalui saluran Intake, dikompresikan oleh langkah piston lalu dibakar untuk memperoleh tenaga panas. Dengan terbakarnya gas-gas tersebut maka mempertinggi tekanan dan suhu. Piston yang bergerak turun-naik di dalam silinder menerima tekanan yang tinggi sehingga menimbulkan tenaga kerja pada langkah piston, kemudian piston terdorong ke bawah, diteruskan ke batang piston (Connectiong rod) dan poros engkol (Crankshaft) yang mengubah gerakan turun naik piston menjadi berputar. Gerakan-gerakan piston tersebut juga dibutuhkan untuk membuang gas-gas bekas pembakaran keluar melalui exhaust. Gerakan piston berguna juga untuk menghisap atau memasukkan campuran udara dan bensin ke dalam ruang bakar. Langkah piston tersebut bergerak secara periodik dan melakukan kerja tetap. Kerja secara tetap (Periodik) di dalam silinder dimulai dari mencampurkan udara dan bensin ke dalam silinder sampai pada kompresi. Pembakaran danpengeluaran gas-gas yang telah terbakar dari dalam silinder disebut "siklus mesin".

Pada mesin motor bensin terdapat dua jenis siklus mesin, yaitu 4 langkah piston (4 tak), untuk memperoleh satu siklus memerlukan dua kali putaran poros engkol. Dan jenis lainnya yaitu 2 langkah piston (2 tak) yang memerlukan satu putaran poros engkol.

Cara kerja mesin motor bensin

Piston bergerak naik turun di dalam silinder. Titik tertinggi yang dicapai oleh piston disebut "Titik Mati Atas" (TMA) dan titik terendah "Titik Mati Bawah" (TMB) disebut langkah piston. Mesin motor 4 tak mempunyai 4 langkah dalam satu gerakan, yaitu gerak hisap, gerak kompresi, gerak tenaga dan gerak pembuangan.

Cara kerja mesin 4 langkah
1. Gerak langkah hisap
Pada gerak langkah hisap, campuran udara bensin dihisap ke dalam silinder. Hal ini disebabkan oleh tekanan udara di dalam lebih rendah dari tekanan di luar. Hal yang sama terjadi pada mesin, piston dalam gerakan turun dari TMA ke TMB menyebabkan kehampaan (Vakum) di dalam silinder. Dengan demikian, campuran udara dan bensin dihisap ke dalam ruang bakar. Selama langkah piston ini, katup hisap (Intake) terbuka dan katup buang (Exhaust) tertutup.

2. Gerak langkah kompresi
Dalam gerak ini, campuran udara dan bensin yang terdapat di dalam silinder dikompresikan oleh piston yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA. Kedua katup hisap dan katup buang tertutup selama gerakan, tekanan dan suhu campuran udara bensin menjadi naik. Apabila tekanan campuran udara bensin ini ditambah lagi, tekanan serta ledakan yang lebih besar akan mendorong piston ke bawah. Dengan demikian, piston sudah melakukan dua gerakan atau satu putaran dan poros engkol (Crankshaft) berputar satu putaran.

3. Gerak Langkah Tenaga
Dalam gerak kerja ini, campuran udara bensin yang dihisap dan dikompresikan di bakar dengan percikan bunga api dari busi, serta menyebabkan terjadinya pembakaran sehingga menghasilkan tenaga yang mendorong piston ke bawah dan meneruskan tenaga penggerak yang nyata. Selama gerak ini, katup hisap dan katup buang masih tertutup, piston telah melakukan tiga langkah dan poros engkol (crankshaft) berputar satu setengah putaran.

4.Gerak Langkah Buang
Dalam gerak langkah buang piston, piston bergerak dari bawah TMA unutk mendorong keluar gas-gas yang telah terbakar dari dalam ruang bakar. Selama gerak ini bekerja, katup buang saja yang terbuka. Bila torak mencapai TMA sesudah melakukan langkah buang, piston akan kembali pada keadaan untuk memulai gerak hisap. Setelah proses tersebut, mesin motor bensin telah melakukan 4 gerakan penuh, yaitu hisap, kompresi, tenaga dan buang. Poros engkol (crankshaft) berputar 2 putaran penuh dan telah menghasilkan satu tenaga.

Disamping jenis mesin motor bensin 4 langkah (4 tak), juga terdapat mesin motor bensin 2 langkah (2 tak). Motor 2 langkah melakukan dua gerakan piston atau satu putaran engkol (crankshaft) Langkah piston ke atas adalah kompresi dan langkah piston turun adalah ekspansi untuk memberikan langkah usaha. Langkah kompresi dan ekspansi berlaku sama dengan motor 4 tak, tetapi tidak seperti motor 4 langkah yang tidak memiliki kebebasan untuk gerak hisap dan gerak buang. Pengeluaran gas-gas bekas dan penghisapan campuran udara bensin dilakukan dengan menggunakan sebagian tenaga (gaya) yang terjadi pada langkah kompresi.


Prosedur dan cara pengecekan oli matic


Prosedur dan cara pengecekan oli transmisi matic yang benar ;

  1. Posisikan kendaraan pada tempat yang datar
  2. Sebelum mencabut tongkat indikator pengukur oli, bersihkan area disekitarnya
  3. Posisikan tuas transmisi pada posisi "P" (Park), dan pastikan posisi tuas rem tangan (handbrake) posisi aktif, lalu hidupkan mesin mobil (Start engine)
  4. Mesin harus dalam posisi langsam (idle), sampai dengan pada suhu temperatur kerja mesin sekitar 70-80°C.
  5. Pindahkan posisi tuas transmisi beberapa kali dari posisi P - N - D - R - 2 - 1, agar sirkulasi oli pada torque converter dan body valve terisi dengan cairan oli matic, lalu posisikan tuas transmisi di posisi "N" (Neutral). Tujuan dari cara ini dibutuhkan untuk memastikan pengecekan oli transmisi matic secara akurat.
  6. Periksa tongkat pengukur oli, jika di tongkat pengukur oli terlihat posisi level oli pada posisi "HOT" oli matic anda berarti cukup. Tapi jika di tongkat pengukur oli, oli terlihat posisi level oli pada posisi "LOW", tambahkan oli matic anda sampai mencapai batas antara posisi "HOT" (Jangan lupa ! gunakan oli matic yang sesuai dengan rekomendasi dari produsen masing-masing mobil matic kalian, karena kesalahan memasukkan jenis dan type oli matic akan berakibat fatal bagi transmisi matic kalian).
Berkurangnya oli matic dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi mobil bertransmisi matic antara lain :
  1. Akibat kekurangan oli matic, menyebabkan pompa oli kemasukkan udara, gelembung udara yang terjebak diantara valve body membuat kekentalan oli menjadi berkurang atau bahkan berlebih, oleh karena itu tekanan oli matic menjadi tidak stabil.
  2. Akibat kelebihan oli matic juga berdampak buruk, perputaran gigi matic yang kelebihan membuat oli matic menjadi berbusa sehingga tekanan oli matic menjadi tidak stabil. Hal ini juga berdampak pada menurunnya kualitas oli matic, gelembung udara (udara palsu) pada transmisi matic juga dapat menimbulkan overheating dan oli matic yang teroksidasi. 
So guys, sangat penting memeriksa kondisi oli matic mobil  kalian. Ketika oli matic kalian bau seperti terbakar itu menandakan oli matic kalian telah terkontaminasi oleh kotoran dari hasil proses gesekan part yang ada di dalam transmisi matic. jadi rutinlah mengecek dan mengganti oli matic kalian sesuai jadwal penggantian oli matic yang telah ditetapkan oleh produsen mobil masing-masing.


Selasa, 09 Januari 2018

Fungsi dan gejala kerusakan switch O/D (Over Drive)

Selamat malam para sahabat netizen, ketemu lagi dengan saya malam ini dalam pembahasan seputar mobil transmisi otomatis. kali ini saya akan bahas mengenai Switch /OD (Overdrive) pada mobil bertransmisi matic, dan saya rasa rekan-rekan netizen sekalian yang maniak banget dengan mobil matic, pasti sudah apa itu switch O/D (Overdrive).

Gambar Switch O/D

Switch O/D
(Overdrive, Over Run), merupakan switch yang berbentuk tombol terletak di tuas transmisi atau samping kanan bawah kemudi, dimana tombol ini biasanya dimiliki oleh mobil bertransmisi matic. Ketika switch O/D ini di tekan (O/D off) lampu penunjuk indikasi O/D akan menyala pada panel instrumen di mobil kalian, laju mobil matic kalian tidak akan sampai pada posisi gigi akhir (top gear/high gear). Sebagai contoh : pada hampir mobil bertransmisi matic memiliki 4 gigi (fourth gear), jadi kalau semisalnya mobil matic kalian hanya memiliki gigi sampai gigi ke-4 (four gear) dan tombol O/D (Overdrive) di posisi O/D off, maka laju mobil kalian akan tertahan hanya sampai pada posisi gigi ke-3 (third gear) dan tidak akan berpindah sampai gigi ke-4 (fourth gear).

Adapun penggunaan switch O/D adalah ;
  • Pada saat kita akan mendahului laju kendaraan lain
  • Pada saat jalan menanjak
  • Atau pada saat kita menderek (towing) mobil lain
Gejalan dan tanda kerusakan switch O/D ;

  • perpindahan gigi mobil matic kalian tidak bisa sampai gigi ke-4 (fourth gear)
  • Ketika tombol switch O/D di tekan, tidak efek penurunan gigi (gear) yang terasa

Mengenal Mesin Diesel

Baru aja bangun tidur, langsung keingetan menulis-dan menulis lagi, btw menulis emang indah, apalagi kalau lagi suntuk. Ok guys, kali ini penulis mau menjelaskan mengenai mesin diesel, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang belum mengetahui dan mengenal mesin diesel.



Gambar : cara kerja mesin diesel

Mesin diesel, sistem pembakaran pada mesin diesel berbeda dengan mesin bensin. Pada mesin bensin campuran bahan bakar dan udara dalam bentuk gas yang telah terionisasi di masukkan ke dalam silinder dan dibakar oleh percikan bunga api dari busi (baca ; mengenal busi).
Sementara itu, pada mesin diesel, udara dimasukkan ke dalam silinder melalui saluran masuk dan katup masuk kemudian di kompresikan oleh piston/torak. Pada waktu yang sama, bahan bakar solar dari tangki dialirkan ke dalam pompa injeksi dan dimampatkan sampai mencapai tekanan 80-500 Kg/Cm2. Sebelum piston/torak mencapai titik mati atas (TMA), bahan bakar solar disemprotkan melalui nosel pengabut, karena tekanan dan suhu yang tinggi di dalam ruang bakar sehingga bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya dan membentuk proses pembakaran. Dalam hal ini, agar bahan bakar dapat terbakar dengan sendirinya maka diusahakan perbandingan kompresi mencapai 15-20 dan suhu udara kompresi sekitar 500-700oC derajat celcius. Mesin diesel tidak memerlukan sistem pengapian, tetapi sebagai gantinya diperlukan pompa injeksi dan alat pengabut untuk menyemprotkan bahan bakar. Bahan bakar ini harus berupa kabut (partikel halus) yang memungkinkan dapat terjadi pembakaran sendiri. Hal tersebut sama dengan mesin bensin. Pada mesin diesel juga terdapat sistem mesin diesel 4 tak dan 2 tak, dimana jenis 4 tak banyak dijumpai sebagai mesin penggerak mobil-mobil.

Kelebihan dan kekurangan mesin diesel vs mesin bensin\

Kelebihan

  • Hemat dalam pemakaian bahan bakar karena daya guna panas lebih baik dan  hemat biaya operasinya, karena harga bahan bakar mesin diesel juga lebih murah
  • Memiliki tenaga yang lebih besar dari mesin bensin
  • Kemungkinan timbul permasalahan lebih sedikit karena tidak menggunakan sistem pengapian
  • Memiliki kemungkinan dapat menggunakan bahan bakar lain yang lebih sejenis.


Kekurangan

  • Mesin diesel memiliki suara mesin yang lebih berisik
  • Mesin diesel memiliki getaran mesin yang lebih kasar dibanding mesin  bensin
  • Memiliki gas buang yang lebih kotor
  • Konstruksi dan bahan pembuatan mesin harus lebih kuat agar dapat  menahan tekanan yang lebih tinggi, sehingga memiliki harga produksi yang  lebih mahal


Perbedaan Motor 4 Tak dan 2 Tak

 

 Gbr. Mesin 4 Langkah (4 Stroke Engine)     Gbr. Mesin 2 Langkah (2 Stroke Engine)

Motor 4 langkah dan 2 langkah memiliki perbedaan, keuntungan dan kelebihan masing-masing. Dengan adanya kelebihan dan keuntungan tersebut, kita dapat mempertimbangkan sesuai kebutuhan kita jenis motor yang akan kita gunakan. Berikut ini penulis uraikan penjelasan perbedaan, keuntungan dan kelebihan dari kedua jenis motor tersebut.

1. Motor 4 langkah (motor 4 tak)

  • Bahan bakar hanya menggunakan bensin dengan nilai oktan sesuai produsen kendaraan.
  • Piston memiliki 3 buah ring diantaranya yaitu : Kompresi-1 dan Ring Kompresi-2 dan Ring Oli. Ketiga ring tersebut sangat berperan penting dalam kelancaran proses pelumasan pada piston.
  • Memiliki intake dan exhaust 2 buah atau 4 buah katup pada masing-masing katupnya
  • Pemakaian bahan bakar lebih hemat dan memiliki gas buang lebih kecil di bandingkan dengan motor 2 langkah (2 Tak)
  • Motor 4 langkah mempunyai sistem kerja yang lebih halus pada putaran rendah dan hampir memiliki sistem gas buang sisa pembakaran yang sempurna. 
  • Cara kerja motor 4 langkah terbagi dengan baik pada setiap langkahnya. Dengan demikian, semua bagian-bagiannya dapat bekerja dengan baik.
  • Memiliki Katup-katup (Valve) yang digerakkan secara mekanik. Sehingga motor 4 langkah memiliki bagian mesin yang lebih banyak dari motor 2 langkah.
  • Memiliki jumlah ledakan yang kecil, oleh sebab itu terkadang di mesin motor 4 langkah memiliki jumlah silinder yang lebih banyak agar mesin dapat bekerja dengan halus

2. Motor 2 Langkah (motor 2 tak)
  • Komposisi bahan bakar menggunakan bensin yang dicampur dengan oli
  • Piston mempunyai 2 buah ring yaitu ring Kompresi-1 dan Ring Kompresi-2
  • Tidak memiliki katup intake dan katup exhaust, hanya menggunakan membran atau red valve yang berfungsi membuka dan menutup saluran masuk. Saluran buangnya tertutup oleh badan piston ketika sedang melakukan langkah hisap & kompresi.
  • Dengan ukuran, langkah torak dan kecepatan yang sama, motor 2 langkah dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dari motor 4 langkah
  • Motor 2 langkah tidak memiliki katup-katup (Valve), sehingga memiliki bagian mesin yang lebih sedikit dari motor 4 langkah, sehingga memudahkan dalam perawatan.
  • Motor 2 langkah mempunyai sistem kerja yang kurang halus pada putaran rendah dan hampir memiliki sistem gas buang sisa pembakaran yang kurang sempurna.
  • Mesin 2 langkah memiliki suara mesin yang lebih kasar pada putaran rendah.
  • Memiliki 2 kali pembakaran lebih banyak dari pada motor 4 langkah.
  • Saluran pembuangan (Exhaust) sebagian besar cenderung terlalu panas.

    Senin, 08 Januari 2018

    Review Xado Revitalizant

    Kali ini saya akan review mengenai cairan treatment engine yang namanya Xado Revitalizant. Kebetulan di sore hari yang gerimis ada sahabat baik yang namanya Mas Nurcahyo Priyanto telpon dan menawarkan ke saya untuk menggunakan Xado Revitalizant di mobil saya, katanya mumpung ada sponsor & promo, jadi dari yang harganya sekitar 900 ribu rupiah, turun drastis menjadi beberapa ratus ribu.....tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan tawaran baik dari sang sahabat, besoknya saya langsung otw ke bengkel sang sahabat Jasmin Motor Sidoarjo.

    Sampai bengkel saya coba tanya ke beliau.....apaan sih Xado Revitalizant treatment dan fungsinya apa, begini penjelasan Mas Nurchayo Priyanto :
    Xado Revitalizant merupakan formula hasil inovasi teknologi terbaru untuk kendaraan bermotor, dimana formula ini memiliki beberapa zat komponen material yang bersifat sliding agent, metal conditioner dan revitalizant yang bermanfaat untuk memperbaiki dan melindungi mesin kendaraan dari logam yang bergesekan dari keausan. Nah...zat formula yang mengurangi gesekan dan keausan itu disebut Revitalizant, disamping itu zat formula ini juga membentuk lapisan pelindung yang relatif tahan terhadap keausan, sehingga memberikan efek perbaikan part mesin tanpa harus membongkar. Dengan menggunakan produk ini diharapkan dapat memperpanjang usia pemakaian komponen mesin dan memungkinkan untuk menunda overhaul/turun mesin. Nah ini dia penampakan Xado Revitalizant yang kita uji coba ...

    Gambar Xado AMC Maksimum

    Nah...setengah paham nih saya, tapi karena saya percaya dengan Mas Nurcahyo Priyanto, saya mengiyakan untuk mencoba....tapi dengan syarat....saya mau mobil Datsun 120Y tahun 1979 kesayangan-nya yang biasa dipanggil "Siput" harus mencoba terlebih dahulu.....ok nih link video uji cobanya ...biar gak panjang lebar ngejelasinnya ....


    Mengenal Gap Busi

    Ketemu lagi di postingan kali ini, semoga para sahabat netizen selalu sehat dan dalam Lindungan Tuhan YME. Mungkin untuk para netizen pecinta otomotif sudah tidak asing dengan yang namanya busi bahkan cara kerja busi (baca juga ; cara kerja busi). Tentunya juga rekan-rekan juga pasti sering mendengar istilah gap busi atau bahasa kerennya gapping spark plug, nah pengertian gap busi lah yang akan kita bahas pada postingan kali ini, biar setidaknya kita semua bisa memahami dan mengenal fungsi dari Gap Busi !

     Gambar Gap Busi


    Gap (English)  =  Celah, jadi gap busi adalah celah yang ada pada busi antara elektroda tengah (Center Electrode) dengan elektroda samping (ground electrode). Ketepatan jarak celah busi (Gap busi) harus diperhitungan secara akurat, jika tidak, percikan api busi tidak dapat menghasilkan percikan api dengan baik dan efisien. Pengaturan celah busi antara elektroda tengah dan elektroda samping disebut dengan istilah "Menyetel celah busi" (Gapping Spark PLug), untuk mengukur celah busi dengan akurat, tentunya kalian memerlukan "alat pengukur celah" atau lebih dikenal dengan "Feeler Gauge"


    Gambar Feeler Gauge

    Mengenal Busi (Spark Plug)

    Gambar Busi (Spark Plug)

    Busi atau spark plug adalah salah satu bagian dari komponen kendaraan yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sistem pengapian kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin langsung ke ruang pembakaran (Combustion Chamber), berbentuk percikan bunga api untuk melakukan proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder mesin, sehingga mesin kendaraan bisa dihidupkan.

    Cara kerja Busi
    Dari perangkat pengapian (ignition coil) yang menghasilkan tegangan listrik ribuan volt, arus listrik disalurkan melalui kabel busi (spark plug wire) langsung terhubung ke busi (spark plug), hal ini yang membuat adanya perbedaan tegangan antara arus listrik dari perangkat pengapian (ignition coil) dengan elektroda yang di tengah busi (Center Electrode) dan dibagian samping busi.

    Karena campuran bahan bakar dan udara yang ada di celah busi masih bersifat isolator, membuat arus listrik dari busi belum dapat mengalir, namun dikarenakan semakin besarnya perbedaan tegangan tersebut membuat struktur gas dari campuran bahan bakar dan udara berubah. Pada saat perbedaan tegangan melampui kekuatan dielektrik membuat gas-gas hasil dari campuran udara dan bahan bakar mengalami proses ionisasi, sehingga yang tadinya bersifat isolator berubah menjadi konduktor. Hal ini yang membuat arus elektron dapat mengalir, dan membuat suhu di celah percikan busi naik drastis. Suhu yang tinggi ini membuat gas yang terionisasi memuat dengan cepat membuat ledakan kecil, hal ini lah yang dikenal dengan percikan busi.

    Busi dapat digolongkan dalam tingkat panasnya, antara lain : busi panas, busi sedang dan busi dingin. Tingkat panas pada busi ini menunjukkan sampai berapa kemampuan panas maksimum yang diterima busi dalam bekerja.

    Penggunaan busi dingin, busi sedang dan busi panas :
    1. Busi dingin, biasanya digunakan pada musim panas dan untuk mesin dengan perputaran mesin tinggi dengan beban berat.
    2. Busi sedang & busi panas, biasanya digunakan pada musim dingin dan untuk mesin dengan perputaran mesin rendah
    Apabila tingkat panas busi tidak disesuaikan dengan kondisi kerja mesin, maka akan menimbulkan efek terjadinya endapan karbon pada elektroda-elektroda yang dapat mengurangi percikan api, dan tentunya menyebabkan tenaga mesin menjadi berkurang. Di samping itu dapat menyebabkan pembakaran awal (Pre-Ignition), dimana campuran udara dan bahan bakar akan terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan api.

    Baca juga proses ionisasi 

    Minggu, 07 Januari 2018

    Daftar load index ban


    Berikut ini saya ingin sharing tabel daftar load index ban, mungkin bisa dijadikan bahan referensi dan tambahan pengetahuan rekan-rekan sekalian, kalau ternyata setiap ban mobil itu mempunyai batas daya beban yang dapat ditampung


    Tire Load index Kg Pound(lb) Tire Load index Kg Pound(lb) Tire Load index Kg Pound(lb)
    51 195 430 75 387 853 100 800 1764
    52 200 441 76 400 882 101 825 1819
    53 206 454 77 412 908 102 850 1874
    54 212 467 78 425 937 103 875 1929
    55 218 481 79 437 963 104 900 1984
    56 224 494 80 450 992 105 925 2039
    57 230 507 81 462 1019 106 950 2094
    58 236 520 82 475 1047 107 975 2150
    59 243 536 83 487 1074 108 1000 2205
    60 250 551 84 500 1102 109 1030 2271
    61 257 567 85 515 1135 110 1060 2337
    62 265 584 86 530 1168 111 1090 2403
    63 272 600 87 545 1202 112 1120 2469
    64 280 617 88 560 1235 113 1150 2535
    65 290 639 89 580 1279 114 1180 2601
    66 300 661 90 600 1323 115 1215 2679
    67 307 677 91 615 1356 116 1250 2756
    68 315 694 92 630 1389 117 1285 2833
    69 325 717 93 650 1433 118 1320 2910
    70 335 739 94 670 1477 119 1360 2998
    71 345 761 95 690 1521 120 1400 3086
    72 355 783 96 710 1565
    73 365 805 97 730 1609
    74 375 827 98 750 1653
    99 775 1709

    Kode batas kecepatan pada ban

    Berikut ini adalah tabel kode batas kecepatan maksimum pada ban



    Arti Kode Dan Simbol Pada Ban Mobil



    Seorang pengemudi yang baik harus mengenali bagian dari kendaraan nya dengan baik, terutama ban mobil sebagai salah satu bagian vital dan faktor penunjang keselamatan dalam berkendara. Umumnya kita sebagai pengemudi hanya mengenal ukuran ban saja, padahal dibalik itu banyak juga kode dan arti simbol pada ban yang mesti kita pahami, diantaranya adalah ;
    1. Ukuran ban
    Kalau kita beli ban mobil, coba kalian perhatikan bagian luar dari ban !, biasanya  tertera kode P185/65R14 82H. Kode itu mempunyai arti sebagai berikut; 
    • P = Menunjukkan Jenis ban, dimana "P" mempunyai pengertian passenger/penumpang
    • 185 =  Ukuran lebar telapak ban dengan satuan milimeter. Semakin besar angkanya, semakin lebar telapaknya.
    • 65 = Ratio ukuran tinggi ban dalam satuan persen berdasarkan lebar dari telapak ban. Maksudnya : tinggi ban yang dimaksud bisa kalian lihat mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Semakin kecil nilai/angkanya, semisal, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek semakin dekat.
    • R = menunjukkan konstruksi ban dalam hal ini "R" menandakan ban ini berkontruksi radial
    • 14 =  Diameter dari pelek yang digunakan. Berarti, ban ini menggunakan velg berukuran 14 inc.
    • 82 =  mewakili beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 475 kg /1047 Pounds. Semakin besar angkanya, semakin besar pula daya topang ban nya. Begitu sebaliknya.
    H = melambangkan batas kecepatan maksimum yang bisa dicapai ban ini. Maksimum batas kecepatan ban yang berkode "H" adalah 210 km/jam. (inget guys...jangan melebihi batas kecepatan ini yah !)