Bagikan Halam Ini, Please share me !!!

Rabu, 03 Januari 2018

Gejala kerusakan body valve pada mobil transmisi matic

Hi guys, bertemu lagi dengan saya Nurwidi Rachman. Pada postingan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang gimana caranya menganalisa penyebab kerusakan body valve (Malfunction of valve body) transmisi pada mobil transmisi otomatis kalian.

  • Mobil matic dapat bergerak maju tapi tidak dapat bergerak mundur
  • Mobil matic dapat bergerak mundur tapi tidak dapat bergerak maju
  • Mobil matic tidak dapat bergerak maju maupun mundur
  • Ketika tuas transmisi di posisi N (Neutral), D (Drive) maupun R (Reverse), Mesin (engine) atau transmisi matic (Automatic Transmission) kehilangan daya gerak (engine stalls / transmission stall).
  • Ketika tuas digeser pada posisi D (Drive),  pedal gas di tekan rpm meningkat, tetapi pergerakan laju mobil maju terasa slip. 
  • Ketika tuas digeser pada posisi R (Reverse),  pedal gas di tekan rpm meningkat, tetapi pergerakan laju mobil mundur terasa slip
  • Mobil bisa bergerak pada saat tuas transmisi berada di posisi N atau P
  • Mobil bisa dinyalakan/distarter (Engine Start), bahkan bisa melaju (movement) pada saat posisi tuas transmisi berada diantara NR dan ND
  • Ada getaran yang cukup kasar (Abnormal Vibration) pada saat perpindahan dari D (Drive) - 2 - R (Reverse) - L (Low).
  • Tidak dapat berpindah gigi dari gigi-2 ke gigi-3
  • transmisi dapat berpindah gigi (gear shifting) tetapi tidak diikuti dengan pola perpindahan gigi (shifting Pattern) sebagaimana mestinya, atau istilah nya : perpindah gigi loncat.
  • Perpindahan gigi yang tidak tepat / perpindahan gigi terasa loncat / gigi langsung berpindah ke gigi-2 tanpa melalui gigi-1.
  • Ada getaran berlebih (Abnormal Vibration) pada proses perpindahan gigi dari 1 ke 2 atau dari 3 ke 4
  • Ada getaran berlebih (Abnormal vibration) pada saat proses perpindahan gigi dari 2 ke 3 atau dari 4 ke 3
  • Ada getaran yang berlebih (Abnormal vibration) ketika perpindahan ke gigi tinggi (high gear) maupun gigi rendah (low gear) atau istilah lainnya up shift dan down shift gear.
  • Ada hentakan kasar (Abnormal Shock) ketika down shift ke gigi-2.
  • Terjadi peningkatan rpm mesin yang tidak semestinya pada saat proses up shift.
  • Terjadi peningkatan rpm mesin secara tiba-tiba saat proses perpindahan dari gigi-3 ke gigi-2, disertai dengan getaran yg menyentak/getaran kasar.
  • Pada saat mesin dingin, atau baru pertama kali dinyalakan, terasa getaran yang menyentak/berlebih (Abnormal Vibration).
  • Kampas kopling (Friction Clutch) tidak bekerja sebagaimana mestinya.
  • Ada getaran maupun hentakan pada beban putaran tinggi, misalnya pada saat penggunaan gigi-1 di jalan menanjak, atau melajukan mobil matic anda dengan beban yang berat.
  • Biasanya transmisi terkunci/tertahan pada gigi-3 saja, atau mobil bisa melaju di posisi gigi-3 saja tanpa bisa berpindah ke gigi lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar