Bagikan Halam Ini, Please share me !!!

Senin, 08 Januari 2018

Mengenal Busi (Spark Plug)

Gambar Busi (Spark Plug)

Busi atau spark plug adalah salah satu bagian dari komponen kendaraan yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sistem pengapian kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin langsung ke ruang pembakaran (Combustion Chamber), berbentuk percikan bunga api untuk melakukan proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder mesin, sehingga mesin kendaraan bisa dihidupkan.

Cara kerja Busi
Dari perangkat pengapian (ignition coil) yang menghasilkan tegangan listrik ribuan volt, arus listrik disalurkan melalui kabel busi (spark plug wire) langsung terhubung ke busi (spark plug), hal ini yang membuat adanya perbedaan tegangan antara arus listrik dari perangkat pengapian (ignition coil) dengan elektroda yang di tengah busi (Center Electrode) dan dibagian samping busi.

Karena campuran bahan bakar dan udara yang ada di celah busi masih bersifat isolator, membuat arus listrik dari busi belum dapat mengalir, namun dikarenakan semakin besarnya perbedaan tegangan tersebut membuat struktur gas dari campuran bahan bakar dan udara berubah. Pada saat perbedaan tegangan melampui kekuatan dielektrik membuat gas-gas hasil dari campuran udara dan bahan bakar mengalami proses ionisasi, sehingga yang tadinya bersifat isolator berubah menjadi konduktor. Hal ini yang membuat arus elektron dapat mengalir, dan membuat suhu di celah percikan busi naik drastis. Suhu yang tinggi ini membuat gas yang terionisasi memuat dengan cepat membuat ledakan kecil, hal ini lah yang dikenal dengan percikan busi.

Busi dapat digolongkan dalam tingkat panasnya, antara lain : busi panas, busi sedang dan busi dingin. Tingkat panas pada busi ini menunjukkan sampai berapa kemampuan panas maksimum yang diterima busi dalam bekerja.

Penggunaan busi dingin, busi sedang dan busi panas :
  1. Busi dingin, biasanya digunakan pada musim panas dan untuk mesin dengan perputaran mesin tinggi dengan beban berat.
  2. Busi sedang & busi panas, biasanya digunakan pada musim dingin dan untuk mesin dengan perputaran mesin rendah
Apabila tingkat panas busi tidak disesuaikan dengan kondisi kerja mesin, maka akan menimbulkan efek terjadinya endapan karbon pada elektroda-elektroda yang dapat mengurangi percikan api, dan tentunya menyebabkan tenaga mesin menjadi berkurang. Di samping itu dapat menyebabkan pembakaran awal (Pre-Ignition), dimana campuran udara dan bahan bakar akan terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan api.

Baca juga proses ionisasi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar