Bagikan Halam Ini, Please share me !!!

Rabu, 10 Januari 2018

Mengenal mesin motor bensin

Pada motor bensin, bahan bakar dibakar untuk memperoleh tenaga panas. Perpindahan tenaga panas ke dalam bentuk tenaga gerak yang kita perlukan terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar mesin motor bensin
Campuran udara dan bensin yang diisap ke dalam silinder melalui saluran Intake, dikompresikan oleh langkah piston lalu dibakar untuk memperoleh tenaga panas. Dengan terbakarnya gas-gas tersebut maka mempertinggi tekanan dan suhu. Piston yang bergerak turun-naik di dalam silinder menerima tekanan yang tinggi sehingga menimbulkan tenaga kerja pada langkah piston, kemudian piston terdorong ke bawah, diteruskan ke batang piston (Connectiong rod) dan poros engkol (Crankshaft) yang mengubah gerakan turun naik piston menjadi berputar. Gerakan-gerakan piston tersebut juga dibutuhkan untuk membuang gas-gas bekas pembakaran keluar melalui exhaust. Gerakan piston berguna juga untuk menghisap atau memasukkan campuran udara dan bensin ke dalam ruang bakar. Langkah piston tersebut bergerak secara periodik dan melakukan kerja tetap. Kerja secara tetap (Periodik) di dalam silinder dimulai dari mencampurkan udara dan bensin ke dalam silinder sampai pada kompresi. Pembakaran danpengeluaran gas-gas yang telah terbakar dari dalam silinder disebut "siklus mesin".

Pada mesin motor bensin terdapat dua jenis siklus mesin, yaitu 4 langkah piston (4 tak), untuk memperoleh satu siklus memerlukan dua kali putaran poros engkol. Dan jenis lainnya yaitu 2 langkah piston (2 tak) yang memerlukan satu putaran poros engkol.

Cara kerja mesin motor bensin

Piston bergerak naik turun di dalam silinder. Titik tertinggi yang dicapai oleh piston disebut "Titik Mati Atas" (TMA) dan titik terendah "Titik Mati Bawah" (TMB) disebut langkah piston. Mesin motor 4 tak mempunyai 4 langkah dalam satu gerakan, yaitu gerak hisap, gerak kompresi, gerak tenaga dan gerak pembuangan.

Cara kerja mesin 4 langkah
1. Gerak langkah hisap
Pada gerak langkah hisap, campuran udara bensin dihisap ke dalam silinder. Hal ini disebabkan oleh tekanan udara di dalam lebih rendah dari tekanan di luar. Hal yang sama terjadi pada mesin, piston dalam gerakan turun dari TMA ke TMB menyebabkan kehampaan (Vakum) di dalam silinder. Dengan demikian, campuran udara dan bensin dihisap ke dalam ruang bakar. Selama langkah piston ini, katup hisap (Intake) terbuka dan katup buang (Exhaust) tertutup.

2. Gerak langkah kompresi
Dalam gerak ini, campuran udara dan bensin yang terdapat di dalam silinder dikompresikan oleh piston yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA. Kedua katup hisap dan katup buang tertutup selama gerakan, tekanan dan suhu campuran udara bensin menjadi naik. Apabila tekanan campuran udara bensin ini ditambah lagi, tekanan serta ledakan yang lebih besar akan mendorong piston ke bawah. Dengan demikian, piston sudah melakukan dua gerakan atau satu putaran dan poros engkol (Crankshaft) berputar satu putaran.

3. Gerak Langkah Tenaga
Dalam gerak kerja ini, campuran udara bensin yang dihisap dan dikompresikan di bakar dengan percikan bunga api dari busi, serta menyebabkan terjadinya pembakaran sehingga menghasilkan tenaga yang mendorong piston ke bawah dan meneruskan tenaga penggerak yang nyata. Selama gerak ini, katup hisap dan katup buang masih tertutup, piston telah melakukan tiga langkah dan poros engkol (crankshaft) berputar satu setengah putaran.

4.Gerak Langkah Buang
Dalam gerak langkah buang piston, piston bergerak dari bawah TMA unutk mendorong keluar gas-gas yang telah terbakar dari dalam ruang bakar. Selama gerak ini bekerja, katup buang saja yang terbuka. Bila torak mencapai TMA sesudah melakukan langkah buang, piston akan kembali pada keadaan untuk memulai gerak hisap. Setelah proses tersebut, mesin motor bensin telah melakukan 4 gerakan penuh, yaitu hisap, kompresi, tenaga dan buang. Poros engkol (crankshaft) berputar 2 putaran penuh dan telah menghasilkan satu tenaga.

Disamping jenis mesin motor bensin 4 langkah (4 tak), juga terdapat mesin motor bensin 2 langkah (2 tak). Motor 2 langkah melakukan dua gerakan piston atau satu putaran engkol (crankshaft) Langkah piston ke atas adalah kompresi dan langkah piston turun adalah ekspansi untuk memberikan langkah usaha. Langkah kompresi dan ekspansi berlaku sama dengan motor 4 tak, tetapi tidak seperti motor 4 langkah yang tidak memiliki kebebasan untuk gerak hisap dan gerak buang. Pengeluaran gas-gas bekas dan penghisapan campuran udara bensin dilakukan dengan menggunakan sebagian tenaga (gaya) yang terjadi pada langkah kompresi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar